Tampilkan postingan dengan label PC Troubleshooting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PC Troubleshooting. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 Juli 2013

Masalah Umum pada Komputer dan Cara Mengatasinya

Setelah sekian lama menjalani aktivitas mengotak-atik komputer, berdasarkan pengalaman, akhirnya saya dapat menemukan beberapa permasalahan yang umum terjadi pada komputer. Permasalahan-permasalahan ini menyangkut hardware komputer. Berikut ini adalah beberapa permasalahan umum yang terjadi pada komputer beserta solusi-solusi untuk mengtasinya.

1. Masalah Pada Power Supply 
Gejala : Jika setelah dihidupkan PC tidak bereaksi apa-apa, tidak ada tampilan di monitor, tidak ada lampu indikator (led) yang menyala, kipas power supply tidak berputar, lampu indikator pada monitor tidak menyala . Apa yang harus kita lakukan?
Solusi : Periksalah apakah kabel terhubung dengan benar dan steker terpasang dengan baik pada soketnya, periksa juga apakah ada tombol on/off dibelakang tepatnya dibelakang Power Supply sudah dalam posisi On, Jika sudah yakin terpasang dengan benar tapi tetap tidak ada respon untuk meyakinkan silahkan anda ganti kabel power dengan yang anda yakini bagus. Masalah terjadi karena tidak adanya tegangan listrik yang masuk, kerusakan ada pada kabel power.

2. Masalah Pada Mother Board 
Gejala : Setelah dihidupkan, tidak ada tampilan di monitor, lampu indikator (led) di panel depan menyala, lampu indikator (led) monitor berkedip-kedip, kipas power supply dan kipas procesor berputar, tidak ada suara beep di speaker. Apa yang harus kita lakukan?
Solusi : Langkah pertama lepas semua kabel power yang terhubung ke listrik, kabel data ke monitor, kabel keyboad/mouse, dan semua kabel yang terhubung ke CPU, kemudian lepas semua sekrup penutup cashing. Dalam keadaan casing terbuka silahkan anda lepaskan juga komponen-komponen lainnya, yaitu kabel tegangan dari power supply yang terhubung ke Motherboard, harddisk, floppy, hati-hati dalam pengerjaannya jangan terburu-buru. Begitu juga dengan Card yang menempel pada Mboard (VGA, Sound atau Card lainnya). Sekarang yang menempel pada cashing hanya MotherBoard saja. Silahkan anda periksa Motherboadnya dengan teliti, lihat Chip (IC), Elko, Transistor dan yang lainnya apakah ada yang terbakar. Jika tidak ada tanda-tanda komponen yang terbakar kemungkinan Motherboard masih bagus, tapi ada kalanya Mboard tidak jalan karena kerusakan pada program yang terdapat di BIOS.

3. Masalah Jika Pada Harddisk tidak Terbaca . 
Gejala: Pada saat CPU dinyalakan kemudian melakukan proses Post setelah itu proses tidak berlanjut dan diam beberapa saat tidak langsung masuk ke operating system, dan kemudian di layar monitor ada pesan "harddisk error, harddisk Failur . Apakah solusinya ?
Solusi : Periksa kabel tegangan dan kabel data yang masuk ke harddisk apakah longgar, sebaiknya dikencangkan, kemudian nyalakan dan coba anda dengarkan apakah suara yang keluar dari harddisk normal, jika tidak normal berati harddisk rusak di controllernya.

4. Masalah Jika Pada Harddisk Muncul Pesan “Operating system not found”. 
Gejala :Pada saat CPU dinyalakan kemudian melakukan proses Post setelah itu muncul pesan "Operating system not found".
Solusi : Ada kemungkinan Operating system rusak, bisa diatasi dengan install ualng atau jika OS anda menggunakan windows 2000/XP ada Fasilitas Repairnya. atau ada kemungkinan juga harddisk anda tidak terdeteksi dan lakukan langkah diatas.

5. Masalah Jika Pada Harddisk Bad Sector.
Gejala : Jika harddisk bad sector?
Solusi : Ada beberapa faktor penyebab terjadi bad sector diantaranya, tegangan listrik tidak stabil, sering terjadi putusnya aliran listrik secara mendadak, setelah pemakaina tidak di shot down, pemakaian yang terlalu lama, ada 2 jenis bad sector yaitu fisik dan software.....Untuk mengatasinya ada beberapa cara, diantaranya menggunakan software untuk menghilangkan badsector....pembahan lebih lanjut ada di eBook Metode perbaikan komputer dan bisa anda dapatkan jika anda bergabung menjadi Member Akt.

6. Masalah Pada CD/DVD/ROM/RW Tidak terdeteksi di windows 
Gejala : Jika pada CD/ DVD/ ROM/ RW Tidak terdeteksi di windows ?
Solusi : Periksa kabel data dan kabel tegangan yang masuk ke CD-floppy, perikas di setup bios apakah sudah dideteksi? sebaiknya diset auto. Periksa apakah led menyala, jika tidak kerusakan di Controllernya. Atau dalam kasus lain, bisa juga terjadi karena salah pen-jumper-an

7. Masalah Pada CD/DVD/ROM/RW yang tidak bisa keluar masuk CD
Gejala : Jika pada CD/ DVD/ ROM / RW Tidak bisa keluar masuk CD.Apa Solusinya ?
Solusi : Kerusakan ada pada mekanik motor atau karet motor. Cobalah bawa keahlinya .

8. Masalah pada CD/ DVD / ROM/ RW Tidak bisa membaca/menulis/hanya bisa membaca saja. (CD).
Gejala : Tidak bisa membaca/menulis/hanya bisa membaca saja. (CD)
Solusi : Kerusakan Biasanya pada optik, tetapi ada kemungkinan masih bisa diperbaiki dengan cara men-set ualng optik tersebut.

9. Masalah pada CD/ DVD / ROM/ RW Tidak bisa membaca/menulis/write protect (Floppy disk).
Gejala : Tidak bisa membaca/menulis/write protect (Floppy disk)
Solusi : Head Kotor, bisa dibersihkan menggunakan Cutenbud

10. Masalah BIOS
Gejala : Hati-hati dalam Update Bios, ketika meng-Update anda keliru memilih versi Bios, PC jadi tidak jalan bahkan anda tidak dapat masuk ke BIOS.
Solusi : Biasanya Update tidak dapat dibatalkan, hanya jenis Motherboard tertentu yang memiliki backup BIOS pada Chip-nya, Disitu tersimpan jenis asli BIOS yang tidak dapat dihapus, untuk dapat merestore-nya anda tinggal memindahkan Posisi Jumper khusus yang biasanya sudah ada petunjuk di buku manualnya. Kemudian hidupka PC dan tunggu 10 detik, BIOS yang asli telah di Restore, kembalikan Posisi Jumper pada posisi semula, dan PC siap dijalankan kembali. Jika Motherboard tidak memiliki pasilitas tersebut, Chip BIOS harus dikirim ke Produsen, Jenis BIOS dapat anda lihat di buku manualnya. Berhati-hati dalam pemasangannya jangan sampai kaki IC BIOS patah atau terbalik Posisinya.

11. CPU mengeluarkan suara Beep .
Gejala : CPU mengeluarkan suara Beep beberapa kali di speakernya dan tidak ada tampilan ke layar monitor, padahal monitor tidak bermasalah.
Solusi : Bunyi Beep menandakan adanya pesan kesalahan tertentu dari BIOS, Bunyi tersebut menunjukan jenis kesalahan apa yang terjadi pada PC, Biasanya kesalahan pada Memory yang tdk terdeteksi, VGA Card, yang tidak terpasang dengan baik, Processor bahkan kabel data Monitor pun bisa jadi penyebabnya.Silahkan anda periksa masalah tersebut.


12. Batrey CMOS Rusak / Lemah 
Gejala : Muncul Pesan CMOS Checksum Vailure / Batrey Low, diakibatkan tegangna yang men-supply IC CMOS/BIOS tidak normal dikarenakan batrey lemah, sehingga settingan BIOS kembali ke Default-nya/setingan standar pabrik, dan konfigurasi Hardware harus di Set ulang.
Solusi : Segera Ganti Batrey nya.

13. CPU sering Hang.
Gejala : CPU yang sering Hang?
Solusi : Ada beberapa faktor terjadi hanging diantaranya : Ada BadSector di Harddisk, Ada Virus, Ada masalah di Hardware seperti Memory Kotor/Rusak, MBoard Kotor/Rusak, Cooling Fan perputaran fan nya sudah lemah, Power Supply tidak stabil.....sebaiknya jangan dipaksakan untuk digunakan karena akan berakibat lebih fatal,

14. Komputer sering tampil blue screen. 
Gejala : Tampilan biru pada komputer dengan pesan error
Solusi : Pesan Blue Screen bisa disebabkan system windows ada yang rusak, Bisa dari Memory, Bisa dari hardisk, bisa dari komponen lainnya, tergantung pesan blue screen yang ditampilkan.

15. Komputer bejalan lambat. 
Gejala : Komputer jadi lebih lambat dari sebelumnya, padahal awalnyatidak begitu lambat.
Solusi : Penyebab komputer anda prosesnya lambat ada beberapa faktor yaitu : Space hardisk terlalu penuh, terlalu banyak program / software yang memakan space harddisk dan memory, ada virus, harddisk badsector.


16. Keyboard error or no keyboard present 
Gejala : Muncul pesan pada monitor Keyboard error or no keyboard present .
Solusi :Itu menandakan konektor keyboard belum terhubung pada mainboard. Hubungkan keyboard pada konektor yang sesuai pada mainboard.

17. BIOS ROM checksum error – System halted. 
Gejala : Muncul pesan pada monitor BIOS ROM checksum error – System halted.
Solusi : Ini menandakan terjadi masalah/kerusakan pada BIOS. Ganti baterai CMOS dengan yang baru lalu reset CMOS dengan cara menghubungkan jumper reset CMOS pada mainboard selama beberapa detik saat PC masih dalam kondisi hidup, atau update BIOS dengan versi yang lebih baru.

18. Memory test fail 
Gejala : Muncul pesan pada monitor Memory test fail.
Solusi : menandakan terjadi masalah / kerusakan pada chip RAM.ganti keping RAM dengan yang baru.

19. Lampu power tidak menyala tetapi kipas power supply tidak bekerja 
Masalah : Kecurigaan pertama tentu harus dialamatkan pada sumber listrik itu sendiri. Kadangkala, listrik yang bervoltase terlalu rendah juga membuat PC diam seribu bahasa ketika diberikan daya padanya.
Solusi : Pastikan bahwa tersedia suplai listrik dan jala-jala listrik. Gunakan multimeter atau test pen untuk menguji ketersediaan suplai listrik di tempat colokan. Sementara, tegangan yang terlampau rendah hanya bias diatasi dengan memasang UPS atau stabilizer. Bila listrik normal, periksa seluruh jalur kabel yang menghubungkan power supply pada PC ke jala listrik. Untuk amannya, bila PC Anda ada di rumah, nyalakan computer pada waktu siang hari ketika voltase jaringan listrik belum berada pada puncak. Beban puncak listrik menyebabkan voltase turun, dan ini biasanya terjadi pada waktu sore atau malam hari. Untuk memeriksa power supply lewat cara praktis, Anda bias menghubungpendekkan jalur kabel pada power supply lewat lubang di ujung kabel menggunakan kawat pendek. Atau, Anda juga bias menggunakan multimeter.

20. Lampu power tidak menyala, kipas pendingin power supply berputar tetapi system tidak mau hidup 
Masalah : Ada dua kemungkinan penyebabnya. Pertama suplai tegangan listrik dari rumah Anda terlampau rendah, atau kemungkinan kedua, terjadi kerusakan pada output power supply yang ada di CPU Anda .
Solusi : Pastikan terlebih dahulu bahwa suplai tegangan cukup. Tegangan yang terlalu kecil akan membuat power supply tidak dapat berfungsi normal. Gunakan voltmeter untuk mengukur tegangan output yang keluar dari power supply. Biasanya, tegangan output dari kabel power supply berukuran +5 volt. Bila sinyal voltase tidak terdeteksi atau terlampau lemah, kemungkinan kerusakan ada pada power supply. Ganti power supply di CPU Anda.

21. Sistem bekerja normal, tetapi Windows selalu masuk pada setting Safe Mode 
Masalah : Terjadi konflik driver, IRQ, atau resources lainnya pada PC. Kemungkinan masalah yang lain, ada aplikasi software yang saling bertubrukan.
Solusi : Lepaskan semua card tambahan yang tidak digunakan kecuali menyalakan system PC. Buang semua driver yang tidak diperlukan, lalu setelah semua driver dibuang dibersihkan, restart PC Anda. Curigai aplikasi software-nya bila semua cara sudah Anda tempuh tetapi masalah tetap muncul.

22. Setelah POST berlangsung, system menginformasikan adanya error pada hardware
Masalah : Kabep CPU fan terpasang pada tempat yang salah. Meskipun CPU fan menunjukkan tanda berputar, beberapa motherboard mesyaratkan kabel CPU fan terpasang pada tempat yang benar. Pada motherboard, terdapat beberapa tempat untuk memberi daya listrik pada CPU fan yang bentuknya sama. Tetapi bila kita amati lebih teliti pada board, ada tulisan yang menandakan, bahwa colokan tersebut berlabel CPU fan atau Power fan. Kabel CPU fan harus terhubung ke colokan CPU fan, bukan Power fan.
Solusi : Periksa buku manual dan amati tulisan pada motherboard. Pastikan bahwa kabel tercolok dengan benar pada CPU fan dan bukan pada Power fan.

23. Setelah POST berjalan, keyboard atau mouse tidak terdeteksi dan system berhenti berproses 
Masalah : Kemungkinan, keyboard atau mouse tidak terpasang dengan benar. Bila keyboard tidak terpasang dengan benar atau keyboard mengalami kerusakan, setelah POST berlangsung, biasanya di layar monitor akan muncul peringatan “No keyboard present” lalu system menjadi hang atau berhenti. Bila mouse tidak terdeteksi, system akan masuk ke Windows, tetapi sebelumnya akan muncul peringatan berupa kotak dialog bahwa tidak ada mouse pada system Anda.
Solusi : Periksa kabel keyboard yang menancap pada bagian I/O di belakang casing. Periksa apakah kaki-kaki pada kabel masih lengkap atau ada yang patah. Bila memungkinkan, periksa keyboard menggunakan PC lainnya yang berfungsi normal. Lakukan prosedur yang sama untuk memeriksa mouse. Bila mouse atau keyboard tidak mengalami kerusakan, kemungkinan yang lain adalah salah satu atau kedua controller pada keyboard dan mose mengalami kerusakan. Bila kerusakan ini yang terjadi, mau tidak mau Anda harus mengakalinya, misalnya dengan menggunakan keyboard atau mouse bertipe USB.

Rabu, 19 Juni 2013

6 Penyebab Komputer Menampilkan BlueScreen

BlueScreen atau BlueScreen of Death (BSOD) adalah layar kesalahan (error) yang ditampilkan oleh sistem operasi microsoft windows pada saat komputer mengalami gangguan yang kritis dan tidak dapat dipulihkan sehingga komputer mengalami crash.

BlueScreen of Death (BSOD)
Terjadinya blue screen pada layar monitor bermacam-macam modelnya. Ada yang ketika kita menyalakan komputer langsung muncul blue screen , sebelum booting windows kemudian komputer restart. Ada yang ketika kita menjalankan aplikasi-aplikasi tertntu tiba-tiba blue screen muncul dan komputer langsung berhenti dengan menampakan kode pada layar monitor.

Adapun penyebabkan terjadinya blue screen of death (BSOD) disebabkan faktor-faktor sebagai berikut:

1. Error Ram
Blue screen yang disebabkan karena eror Ram sangat umum dan paling gampang untuk dipahami. Gejala yang ditimbulkan oleh Eror Ram biasanya pada saat kita menjalankan aplikasi yang berat komputer tiba-tiba muncul blue screen dan komputer langsung blank total. Atau pada saat kita instalasi komputer kita dengan windows yang baru, blue screen muncul sebelum instalasi selesai. Adapun kode blue screen code bisa lihat pada halaman ini.

2. Bad Sector Hard Disk Drive 
Blue Screen kode yang disebabka oleh karena bad sector hardisk drive ada kemiripan dengan Eror memory. Biasanya gejalanya pada sistem windows sangat lambat bila menjalankan aplikasi atau program. Disamping itu, hardisk drive akan berbunyi seperti suara mengerak yang disebabkan oleh gesekan piringan Disk dalam hardisk itu sendiri.

3. Kabel konektor pada hardisk 
Terlalu sering membongkar pasang kabel hardisk bisa menyebabkan kualitas transfer data melalui kabel data bisa terhambat. Ini disebabkan karena kabel hardisk memiliki tingkat eror yang rawan. 4. Power Supply Eror Eror pada power suply juga bisa menyebabkan blue screen komputer.

5. Akibat Over Clocking 
Kebanyakan para gemer mungkin paham dengan yang satu ini. Overclock merupakan pengoptimalan dari kerja komputer standar ke kinerja yang lebih tinggi / meningkatkan performa komputer. Jika salah satu komponent tidak mendukung dengan upaya over clocking, kemungkinan salah satu komponent tidak bisa bekerja sesuai dengan hitungan matematika. Jika penyebab dikarenakan oleh over clock, maka menu bios harus kita reset/ mengembalikan setingan ke keadaan standard. hal ini akan lebih aman untuk jangka panjang komputer yang kita pakai.

6. Motherboard Eror 
Moterboard yang sudah tidak normal juga bisa menyebabkan komputer blue scree death. Untuk mengecek kode, anda bisa search dengan keyword "Motherboard blue screen death code" semoga membantu..

Referensi:
http://www.sepertinya.com/2013/06/penyebab-komputer-bluescreen.html
http://en.wikipedia.org/wiki/Blue_Screen_of_Death
http://pcsupport.about.com/od/fixtheproblem/ht/stoperrors.htm

Jumat, 22 April 2011

Cara Mengatasi Komputer Hang

Menyambung postingan saya sebelumnya tentang "8 Penyebab Komputer Hang", maka dalam postingan kali ini, saya akan memberikan solusi untuk mengatasi masalah hang yang mungkin terjadi pada komputer Anda.

Ada 2 cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi hang pada komputer. Cara yang pertama adalah dengan menekan tombol Ctrl-Alt-Delete secara bersamaan, setelah itu komputer akan melakukaan reebot. Cara ini adalah cara paling cepat untuk mengatasi hang pada komputer Anda namun tidak akan menyelesaikan masalah hang secara menyeluruh. Artinya suatu saat hang akan kembali terjadi. Cara yang kedua adalah dengan melakukan troubleshooting pada komputer Anda yaitu mencari akar permasalahan terhadap penyebab hang, menganalisanya dan mencarikan solusi yang memungkinkan untuk mengatasi hang tersebut.

Untuk lebih jelasnya, saya akan menguraikan cara mengatasi 8 penyebab hang tersebut.

1. Jika hang disebabkan oleh kemungkinan kondisi hardisk yang rusak (bad sector) maka anda harus mendeteksinya terlebih dahulu dengan melakukan ScanDisk yang langsung bisa Anda lakukan dari windows atau menggunakan software-software utilities lainnya. Apabila kondisi kerusakan hardisk sudah tidak memungkinkan lagi untuk digunakan, segeralah ganti hardisk anda dengan yang baru.

2. Jika hang disebabkan oleh overheating prosessor maka Anda perlu memeriksa kipas atau pendingin prosessor. Jika terjadi panas yang berlebihan, maka anda perlu menambahkan kipas atau memperbaiki sistem pendingin pada prosessor anda.

3. Untuk mengatasi konflik antar hardware, sebaiknya anda melakukan pemeriksaan pada port-port ataupun sistem pengalamatan pada komputer anda melalui System Properties > Device Manager. Periksalah port ataupun pengalamatan hardware komputer anda apakah sudah sesuai ataupun tidak. Apabila terjadi crash, rakit ulang pemasangan perangkat keras di komputer anda.

4. Kondisi RAM yang buruk bisa disebabkan oleh lamanya waktu pemakaian. Karena itu anda bisa melakukan penggantian pada RAM anda dengan yang baru dan menambah kapasitas memori RAM anda sesuai dengan kebutuhan, sebab kapasitas RAM juga mempengaruhi performa komputer anda.

5. Setiap Motherboard memiliki settingan Chipset sesuai dengan pabrik buatan masing-masing. Setiap anda memasuki BIOS anda harus ingat untuk berhati2 dalam menyetting konfigurasi karena apabila konfigurasi anda salah maka akan menyebabkan ketidakstabilan pada pc dan crash. Apabila anda ragu-ragu dengan settingan BIOS anda, kembalikan ke default yaitu settingan standar pabrik.

6. Untuk mengatasi Fatal OE exceptions and VXD errors yang biasanya disebabkan oleh masalah pada VGA anda. VGA meruapakan salah satu hardware yang sering sekali menyebabkan masalah pada pc anda. Lakukan instalasi Drive yang benar pada VGA apabila PC anda mengalami screen freeze / hang maka kemungkinan ada hardware conflict pada vga anda.

7. Pasanglah antivirus untuk menanggulangi serangan virus yang menyebabkan hilangnya file-file penting pada komputer anda.

8. Untuk mengatasi Crash yang disebabkan oleh software yang disebabkan oleh buruknya proses instal dan uninstal dari sebuah software.Untuk kasus seperti ini anda membutuhkan software pembersih registry. Banyak jenis software seperti ini dan banyak pula yang gratis. Dengan software ini maka registry tidak perlu yang masih tersisa dari proses uninstal tidak sempurna bisa dihapus.

Itulah solusi-solusi yang bisa saya berikan berdasarkan pengalaman saya dalam menghadapi hang pada komputer. Semoga bermanfaat untuk anda.

Selasa, 19 April 2011

8 Penyebab komputer Hang

Penyebab komputer hang bisa berasal dari masalah hardware maupun software. Untuk mengetahuinya secara pasti perlu dilakukan pemeriksaan satu-satu. Tentu dengan pengalaman Anda bersentuhan dengan komputer Anda, Anda akan lebih tahu kira-kira permasalahan apa lagi yang menyebabkan komputer Anda hang.

Di bawah ini saya tuliskan beberapa hal yang memungkinkan terjadinya komputer hang.

1. Kondisi Harddisk

Harddisk yang sudah berumur kerap dan menjelang ‘tutup usia’ kerap menyebabkan hang. Harddisk ini mengalami kerusakan bertahap dengan gejala mulai sering tidak terdeteksi ketika awal booting, sehingga kita perlu mencabut kabel IDE (tentu jika itu IDE) dan mengembalikan lagi, baru dikenali lagi.

Pada harddisk dengan kondisi di atas biasanya proses booting dan loading windows juga memakan waktu lebih lama dari biasanya.

Hang komputer bisa terjadi jika harddisk dengan kondisi di atas tiba-tiba tidak dideteksi oleh komputer.

Bisa juga harddisk baru tapi sudah ada bad sectornya. Kondisi harddisk yang bad sector bisa menyebabkan komputer hang. Apalagi jika bad sector berada di awal partisi, mengingat di situ tempat Sistem berada. Windows bisa tiba-tiba tidak bekerja jika file sistem dia tidak bisa diakses tiba-tiba karena lokasi file terkena bad sector. Hang juga akan terjadi jika anda menjalankan sebuah file namun lokasi file terdapat bad sector.

Masalah lain yang masih berkaitan dengan harddisk dan sering menyebabkan hang adalah fragmentasi pada data di dalamnya. Itulah alasan kenapa perlu dilakukan defragmentasi alias defrag.

2. Overheating Processor

Buka casing dan perhatikan kipas prosessor anda, apakah masih berjalan dengan normal. Kipas yang berjalan lambat menyebabkan proses pendinginan tidak maksimal dan menyebabkan overheating, pada akhirnya komputer menjadi lambat bahkan hang. Lebih-lebih jika kipas benar-benar tidak berjalan.

3. Konflik pada Hardware

Setiap hardware berkomunikasi dengan perangkat lain melalui IRQ (interrupt request channel) dan harus unique (berbeda satu dengan lainnya) untuk setiap perangkat. Misal, Printer biasanya menggunakan IRQ 7, Keyboard menggunakan IRQ 1, Floppy menggunakan IRQ6. Setiap perangkat menggunakan IRQ nya masing-masing secara otomatis. Apabila komputer anda memiliki banyak perangkat atau perangkat tidak terinstall dengan baik, maka yang terjadi adalah adanya pembagian IRQ untuk lebih dari 1 perangkat. Dan saat anda mengakses kedua perangkat yang menggunakan IRQ yg sama tersebut maka akan ada kemungkinan Windows akan Crash.

4. Kondisi Memory (RAM) yang buruk

RAM (Random Access Memory) yang buruk atau kotor bisa menyebabkan komputer berhenti bekerja tiba-tiba bahkan blue screen atau restart. Memasang lebih dari satu memory kadang menjadi pemicu masalah di kemudian hari, apalagi jika dua memory yang terpasang tidak benar-benar identik. Berbedaan chip antar dua memory dengan bus yang berbeda kadang bisa menyebabkan fatal error.

5. Setting Bios

Setiap Motherboard memiliki settingan Chipset sesuai dengan pabrik buatan masing-masing. Setiap anda memasuki BIOS anda harus ingat untuk berhati2 dalam menyetting konfigurasi karena apabila konfigurasi anda salah maka akan menyebabkan ketidakstabilan pada pc dan crash.

6. Fatal OE exceptions and VXD errors

Ini biasanya disebabkan oleh masalah pada VGA anda. VGA meruapakan salah satu hardware yang sering sekali menyebabkan masalah pada pc anda. Lakukan instalasi Drive yang benar pada VGA . Apabila PC anda mengalami screen freeze / hang maka kemungkinan ada hardware conflict pada vga anda.

7. Virus

Virus yang menyerang sistem bisa dan selanjutnya menghapus bebarapa file penting dari sistem tentu menyebabkan sistem tidak bekerja semestinya.http://www.blogger.com/img/blank.gif

8. Konflik pada Software

Crash pada bagian ini biasanya di sebabkan oleh buruknya proses instal dan uninstal dari sebuah software.Untuk kasus seperti ini anda membutuhkan software pembersih registry. Banyak jenis software seperti ini dan banyak pula yang gratis. Dengan software ini maka registry tidak perlu yang masih tersisa dari proses uninstal tidak sempurna bisa dihapus.

Sumber: artikelkomputer.info

Sabtu, 22 Mei 2010

10 Penyebab PC Lambat dan Cara Mengatasinya

Bagaimana perasaan anda ketika menemukan Kinerja PC anda tiba-tiba melambat? Tentu saja anda menjadi bete, frustasi dan mudah jenuh, bukan? Apalagi jika tugas yang harus dikerjakan masih menumpuk dan harus segera diselesaikan. Saking membosankannya, ada yang memutuskan untuk menginstall ulang PC tersebut padahal menginstall ulang adalah pekerjaan yang tentunya memakan waktu yang lama karena anda harus menginstall lagi program-program aplikasi selain windows dan belum tentu menginstall ulang merupakan solusi atas permasalahan PC anda.

“ Lalu saya harus bagaimana?”

Ok! Kawan…pertama yang anda lakukan adalah tarik nafas panjang dan berusaha bersikap tenang. Saya akan memberikan anda solusi yang diperlukan untuk mengatasi permaslahan pada PC anda.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya “ PC Lambat”. Berikut factor-faktor tersebut dan cara mengatasinya:

1. Spyware dan Virus
Spyware dan Virus merupakan salah satu penyebab PC yang lambat, karena keduanya paling mudah menyusup, apalagi jika PC anda terkoneksi internet. Spyware berasal dari banner-banner dan iklan-iklan di suatu halaman web yang mulai beraksi saat kita mengakses halaman / banner tersebut melalui sebuah browser yang memiliki celah keamanan yang tidak bagus, sehingga spyware ini sangat dekat dengan IE. Sedangkan Virus bisa masuk melalui e-mail dan download software di internet (biasanya software-software gratisan)

Beberapa cara untuk menghapus spyware:
1. Indentifikasi dan analisa process yang sedang berjalan dengan windows task manager.
2. Identifikasi dan non aktifkan service yang bersangkutan melalui management console.
3. Identifikasi dan non aktifkan service yang ada di startup item dengan sistem configuration utilty.
4. Cari dan hapus entry di registry yang ada pada startup.
5. Identifikasi dan hapus file yang mencurigakan.
6. Install dan gunakan spyware detection dan removal.
Sedangkan untuk mendeteksi dan membersihkan virus dengan menggunakan AntiVirus. Dalam memilih Antivirus, sebaiknya anda menggunakan AntiVirus yang benar-benar ampuh untuk mendeteksi dan membersihkan virus pada PC anda.

2. Processor Overheating.
Kebanyakan prosesor mudah menghasilkan panas, sehingga membutuhkan pendingin khusus dan jenis fan khusus, sehingga pada saat temperatur prosesor meningkat melampaui batas, sistem akan melambat dan proses akan berjalan lambat. Kipas prosesor yang gagal disebabkan karena :
1. Debu yang menghambat perputaran kipas secara smooth.
2. Fan motor rusak.
3. Bearing fan ada yang doll sehingga fan “jiggling”.
Jiggling adalah jika fan yang sedang berputar ada bunyi krek-krek secara cepat disebabkan bearing fan sudah mulai doll.

3. Ram yang buruk.

Beberapa situasi dapat juga karena pengaruh ram yang buruk, hal ini dikarenakan oleh:
1. RAM timing lebih lambat dari spesifikasi mesin yang optimal.
2. RAM yang memiliki nilai minor hanya bisa dilihat setelah melalui beberapa test.
3. RAM terlalu panas.

4. Harddisk yang failur.
Jika harddisk sering mengalami failure, ini juga akan memperburuk performa komputer, dan jenis fail ini banyak penyebabnya, bisa sifatnya mekanis, elektronik, bahkan firmwarenya yang tidak update, harddisk ini akan menyebabkan:
1. Akses time yang lambat.
2. Jumlah bad sector yang terus meningkat saat di scandisk.
3. Ada bluescreen yang tidak terjelaskan.
4. Gagal Boot.

5. Bios Settings.
Biasanya bios yang belum dicustom settingnya akan mengalami proses perlambatan beberapa detik, khususnya pada saat booting, untuk itu kita harus mengcustom bios setting agar performa kerja proses boot bisa dipercepat, secara umum settingan bios yang harus diperhatikan adalah:
1. Boot langsung ke harddisk.
2. Disable IDE drive yang tidak terpakai.
3. Set speed latency RAM.
4. Matikan IO / IRQ perangkat onboard yang tidak dipakai.
5. Gunakan Fast POST.

6. Disk type/controller compatibility.

Biasanya motherboard sekarang sudah memiliki kontroler yang baik untuk paralel ATA disk, namun kita harus memperhatikan kabel IDE nya, karena kabel ini memiliki beberapa spesifikasi tertentu, ada yang udma 33, 66, dan 100, kalau kita lihat secara fisik, bentuk kabelnya memiliki serabut yang halus halus dan banyak, sedangkan yang udma 33 serabutnya sedikit, jadi gunakanlah kabel yang memiliki spesifikasi yang tinggi untuk disk kita.

7. Windows Services
Beberapa service yang harus diperhatikan dan dimatikan jika kita tidak membutuhkanya adalah:
1. FTP 2. Indexing Service
2. Remote Registry
3. Telnet
4. Remote Access
5. Remote Desktop
6. Automatic Update

8. Process yang invisible.
Terkadang, tanpa kita ketahui ada saja program yang berjalan
di memory, padahal kita sudah tidak menggunakannya lagi atau bahkan kita sudah menguninstallnya namun programnya masih ada yang berjalan, untuk itu kita harus memperhatikan process apa saja yang sedang berlangsung di komputer kita dengan melihat task manager, dan kita bisa end taskkan atau kill, lalu kita bisa hapus .exe nya.

9. Disk Fragmentation
Sebagaimana karakteristik file dalam sebuah komputer pasti mengalami proses file tersebut di add, di edit, atau di hapus, hal tersebut dapat menyebabkan fragmentasi di beberapa areal sektor harddisk, untuk itu kita perlu merapikan data di komputer kita, yaitu dengan mendefragnya. jika kita menggunakan windows xp, kita bisa menggunakan defrag.exe dan meletakannya di schedule agar dapat berjalan pada waktu yang kita tentukan.


10. Background applications.
Kalau kita perhatikan di systray saat kita klik arrow kirinya akan berderetlah icon yang banyak, semakin banyak icon yang terpasang di systray itu menyebabkan komputer semakin lambat merespons proses, karena memory banyak yang terpakai untuk proses itu, sehingga untuk itu kita perlu mematikannya atau menonaktifkan yang tidak diperlukan yaitu dengan mengakses registry:
HKEY_ LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run dan
HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\RunOnce
Hapuslah key yang tidak diperlukan.

Itulah diantara langkah-langkah yang anda perlu lakukan untuk mengatasi permasalahan PC lambat sehingga PC anda akan kembali pada keadaan semula tanpa harus menginstall ulang.

10 Cara Mengatasi Troubleshooting PC Lambat dalam artikel ini dikutip dari tulisan saudara Handoyo dalam artikelnya yang berjudul Cara Mengatasi Troubleshooting PC Lambat

Konsep Dasar Troubleshooting

Troubleshooting adalah sebuah bentuk pemecahan masalah pada suatu sistem yang sedang mengalami gangguan yaitu dengan mencari sumber yang menjadi penyebab masalah tersebut dan kemudian mencari pemecahan atas permasalahan yang terjadi sehingga sistem tersebut bisa beroperasi kembali secara normal. Troubleshooting diperlukan pada pengembangan dan pemeliharaan sistem yang kompleks dimana gejala yang menyebabkan terjadinya gangguan bisa memiliki banyak kemungkinan penyebab. Troubleshooting telah digunakan pada banyak bidang seperti pada bidang sistem administrasi, elektronika, sistem komputer, reparasi otomotif hingga diagnosa pada bidang medis.

Troubleshooting diperlukan pada identifikasi terjadinya penyimpangan atau gejala-gejalanya dalam sebuah sistem. Pengalaman biasanya digunakan untuk menguraikan kemungkinan penyebab yang menimbulkan gejala-gejala penyimpangan. Menentukan penyebab adalah dengan melakukan proses eleminasi penyebab sehingga ditemukan penyebab yang paling mungkin pada suatu gangguan. Terakhir, troubleshooting akan memerlukan konfirmasi atas solusi yang digunakan untuk mengembalikan kondisi sistem ke keadaan semula. Secara umum, troubleshooting adalah identifikasi atau diagnosa terhadap penyebab gangguan yang terjadi di dalam sebuah sistem. Gangguan di inisialisasi dari gejala-gejala yang menyebabkan penyimpangan operasi sistem dan troubleshooting adalah proses menentukan penyebab dari gejala-gejala ini.

Sebuah sistem bisa diuraikan ke dalam batasan-batasan perilaku yang telah ditetapkan. Kejadian atau input yang diberikan ke dalam sistem diharapkan memberikan hasil atau output yang spesifik seperti yang diinginkan. Sebagai contoh adalah ketika anda ingin mencetak pada printer dari komputer anda. Tentu anda ingin menghasilkan cetakan pada kertas dari printer anda. Tetapi bila ada gejala-gejala terjadinya gangguan maka printer anda tidak bisa mencetak atau akan menghasilkan cetakan yang amburadul. Terjadinya perilaku yang menyimpang merupakan gejala-gejala terjadinya gangguan pada sistem. Troubleshooting adalah proses mengisolasi penyebab terjadinya gangguan dan kemudian memberikan solusi untuk mengatasi gangguan tersebut.

Referensi :
http://en.wikipedia.org/wiki/Troubleshooting